Wednesday, 10 October 2012

kedudukan seorang ayah..


ABAH..

hari ini nak kongsi satu cerita tentang pengalaman seorang ayah.. kejadian ini berlaku dihadapan mata saya sendiri yang menangkis ego saya dan mencarik2 hati saya sehingga terasa sayu melihat seorang bapa dalam kesusahan untuk anaknya.. pada hari perkhawinan seorang gadis yang telah meningkat usia.. seisi keluarga telah berkumpul dirumah tumpangan (majlis dijalankan di dewan besar).. seorang ayah ni memiliki empat orang anak.. semuanya telah berjaya dan mempunyai kerjaya.. sewaktu aku dan keluargaku berada di rumah tumpangan tersebut,sedang leka membuat persiapan,tiba2 muncul ayah pengantin berpeluh2 kerana terlambat lalu...


 ayahku bertanya padanya "abang kenapa berpeluh2? abang dari mana?"

dia menjawab " kereta abang rosak,ada kat tepi jalan.. abang bergegas kesini berjalan kaki"

sungguh aku sedih melihat dia.. mempunyai 4 orang anak yang dibesarkan dengan sempurna dan penuh kasih sayang.. namun layanan yang anaknya beri tidak setimpal dengan apa yang mereka dapat.. Allahhu Akhbar!

anda tahu dimana kedudukan seorang ayah?? ingatlah ibu seorang yang wajib kita hormati namun itu bukan alasn untuk kita mengenepikan seorang ayah.. ayah telah mencari rezeki untuk anak2,ayah sanggup melakukan apa saja untuk memenuhi permintaan seorang anak.. dengan ini saya lampirkan bersama hadis2 Rasulullah SAW..








Kedudukan Seorang Bapak

Walaupun ada hadits yang menerangkan dan bercerita tersebut dibawah ini, tetap saja kedudukan ayah dalam penghormatan dan pelayanan ada dibawah ibu 3 derajat.
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah berkata kepada seseorang, Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu. (Asy-Syafi’i dan Abu Dawud) 


Keterangan :
Terdapat satu riwayat yang cukup panjang berkaitan dengan hal ini. Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu meriwayatkan, ada laki-laki yang datang menemui Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan melapor. 

Dia berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ….
Pergilah Kau membawa ayahmu kesini, perintah beliau.

Bersamaan dengan itu Malaikat Jibril turun menyampaikan salam dan pesan Alloh kepada beliau. 

Jibril berkata: “Ya, Muhammad, Allah ‘Azza wa Jalla mengucapkan salam kepadamu, dan berpesan kepadamu, kalau orangtua itu datang, engkau harus menanyakan apa-apa yang dikatakan dalam hatinya dan tidak didengarkan oleh teliganya. 


Ketika orang tua itu tiba, maka nabi pun bertanya kepadanya: Mengapa anakmu mengadukanmu? Apakah benar engkau ingin mengambil uangnya?
Lelaki tua itu menjawab: Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya) atau khalati (saudara ibu) nya, atau untuk keperluan saya sendiri? 

Rasulullah bersabda lagi: Lupakanlah hal itu. Sekarang ceritakanlah kepadaku apa yang engkau katakan di dalam hatimu dan tak pernah didengar oleh telingamu!
Maka wajah keriput lelaki itu tiba-tiba menjadi cerah dan tampak bahagia, dia berkata: Demi Alloh, ya Rasulullah, dengan ini Alloh Subhanahu wa ta’ala berkenan menambah kuat keimananku dengan ke-Rasul-anmu. Memang saya pernah menangisi nasib malangku dan kedua telingaku tak pernah mendengarnya … 

Nabi mendesak: Katakanlah, aku ingin mendengarnya. Orang tua itu berkata dengan sedih dan airmata yang berlinang: Saya mengatakan kepadanya kata-kata ini: ‘Aku mengasuhmu sejak bayi dan memeliharamu waktu muda. Semua hasil jerih-payahku kau minum dan kau reguk puas. Bila kau sakit di malam hari, hatiku gundah dan gelisah, lantaran sakit dan deritamu, aku tak bisa tidur dan resah, bagai akulah yang sakit, bukan kau yang menderita. Lalu airmataku berlinang-linang dan meluncur deras. Hatiku takut engkau disambar maut, padahal aku tahu ajal pasti akan datang. Setelah engkau dewasa, dan mencapai apa yang kau cita-citakan, kau balas aku dengan kekerasan, kekasaran dan kekejaman, seolah kaulah pemberi kenikmatan dan keutamaan. Sayang…, kau tak mampu penuhi hak ayahmu, kau perlakukan daku seperti tetangga jauhmu. Engkau selalu menyalahkan dan membentakku, seolah-olah kebenaran selalu menempel di dirimu …, seakan akan kesejukann bagi orang-orang yang benar sudah dipasrahkan.’ 

Selanjutnya Jabir berkata: Pada saat itu Nabi langsung memegangi ujung baju pada leher anak itu seraya berkata: Engkau dan hartamu milik ayahmu !(HR. At-Thabarani dalam As-Saghir dan Al-Ausath).











***  P/S : KAWAN2 SAYANGLAH KEDUA2 IBU BAPA SEMENTARA
MEREKA BERADA DIATAS DUNIA INI..
BERBAKTI PADA MEREKA TIDAK RUGI.. ^_^










:: GRACIAS ::

No comments: